Akhirnya burung camar di lagunya iwan fals coba-coba untuk
berbicara, tidak hanya diam membisu lagi, tidak hanya ingin menjadi saksi
tragedi, dan kini langsung merambah ke dunia maya, dunia yang kini di anggap
sebagai tempat berbagi informasi yang paling cepat dan mudah.
Yaa,, ketika itu camar-camar tolol itu hanya diam membisu ketika
kapal Tampomas II yang megah di zamannya terbakar di lautan lepas, hanya
menjadi saksi jerit tangis penumpang kapal yang ketakutan menghadapi bubungan
api kebakaran kapal, dan menjadi saksi
hukuman Allah kepada orang-orang yang belum tentu bersalah. dan dia cuma bisa
diam membisu menjadi saksi tragedi.
kini burung camar mencoba untuk berbicara, tak lagi ingin hanya
tinggal diam, mencoba untuk peduli dengan sekitarnya. dan inilah awalnya burung
camar berceloteh.
Haha ribet ya, itu hanya pengantar aja, karena memang si penulis
yaitu Saya penggemarnya Om Iwan Fals, jadi hal-hal yang saya lakuin banyak yang
ngikutin gaya-gayanya Om Iwan. Mungkin keturunan sih dari kebiasaan Ayah Saya
dari dulu sering idupin lagu-lagunya Om Iwan, jadinya terkontaminasi dah. haha
Oke kenalin Nama Saya Chairul Riva'i, dari kota kecil di Dataran
Tinggi Tanoh Gayo, iya Takengon, Saya Lahir dan besar disana walaupun sebenarnya
saya keturunan Minang. Emang kebiasaan orang minang mungkin ya hobinya
Merantau. Oke fix banyak hal yang mau di ceritain kalo tentang diri Saya,
berhubung ini post pertama Saya, ya isinya cuma perkenalan singkat aja kali ya,
mungkin di posting-posting berikutnya bakal lebih kenal deh dengan saya, yang
pasti blog ini ada karna keinginan saya tuk coba-coba nulis, karna kata
bang radityadika nulis
itu gratis, jadi ga ada salahnya di coba. salah satu inspirasi saya juga tuh.
dan buat yang aktif di twitter mungkin kita bisa lebih kenal di twitter saya Chairulvrivai atau di
facebook saya chairul
riva'i
Oke sekian dulu Perkenalan Saya, semoga kedepannya saya jadi
ketagihan untuk nulis, walau dua makhluk yang lagi di samping saya ini dinar & dika belum apa-apa udah ngatain
saya Alay, saya sih ga peduli.. haha ingat Liriknya Om Iwan " Biar mereka
bicara, telinga kita terkunci....." - Buku Ini Aku Pinjam-
wassalam.

hahaha... memang alay kan..
BalasHapus